virtual office jakarta

Perusahaan Bersikeras Kembali Ke Kantor: Alasan dan Dampaknya

Posted on

Pandemi COVID-19 telah mengubah cara kerja banyak orang di seluruh dunia. Bekerja dari rumah atau remote work menjadi pilihan yang banyak dipilih oleh pekerja dan perusahaan untuk mengurangi risiko penularan virus. Namun, seiring dengan peningkatan vaksinasi dan penurunan kasus positif di beberapa negara, beberapa perusahaan mulai bersikeras untuk memanggil kembali pekerja mereka ke kantor. Apa alasan dan dampak dari kebijakan ini?, untuk lebih jelas nya, mari kita simak penjelasannya:

Alasan Perusahaan Menginginkan Pekerja Kembali Ke Kantor

Ada beberapa alasan mengapa perusahaan ingin pekerja kembali ke kantor, antara lain:

  1. Meningkatkan Produktivitas dan Kreativitas
    Salah satu alasan utama perusahaan menginginkan pekerja kembali ke kantor adalah untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas mereka. Beberapa perusahaan percaya bahwa bekerja di kantor dapat memfasilitasi komunikasi, kolaborasi, dan inovasi yang lebih baik daripada bekerja dari rumah. Selain itu, bekerja di kantor juga dapat mengurangi gangguan, distraksi, atau masalah teknis yang mungkin dialami pekerja saat bekerja dari rumah.
  2. Membangun Budaya dan Kebersamaan Perusahaan
    Alasan lain perusahaan menginginkan pekerja kembali ke kantor adalah untuk membangun budaya dan kebersamaan perusahaan. Bekerja di kantor dapat membantu pekerja merasa lebih terlibat, dihargai, dan diakui oleh perusahaan dan rekan kerja mereka. Bekerja di kantor juga dapat memungkinkan pekerja untuk berinteraksi secara sosial, bersenang-senang, dan belajar dari orang lain. Hal ini dapat meningkatkan rasa loyalitas, kepercayaan, dan kesejahteraan pekerja.
  3. Menyesuaikan dengan Kebijakan dan Peraturan Pemerintah
    Alasan lain perusahaan menginginkan pekerja kembali ke kantor adalah untuk menyesuaikan dengan kebijakan dan peraturan pemerintah. Di beberapa negara, pemerintah telah memberlakukan aturan atau insentif untuk mendorong perusahaan dan pekerja untuk kembali ke kantor. Misalnya, di Inggris, pemerintah telah menghapus pembatasan sosial dan mengizinkan perusahaan untuk menentukan kebijakan kerja mereka sendiri. Di Singapura, pemerintah telah memberikan subsidi untuk perusahaan yang mengizinkan pekerja untuk bekerja di kantor setidaknya 60% dari waktu kerja mereka.
Baca Juga :  62% Wanita Tidak Menginginkan Anak

Dampak Perusahaan Bersikeras Kembali Ke Kantor

Meskipun ada beberapa alasan perusahaan menginginkan pekerja kembali ke kantor, kebijakan ini juga memiliki dampak yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

  1. Menimbulkan Ketidakpuasan dan Ketidaktertarikan Pekerja
    Salah satu dampak perusahaan bersikeras kembali ke kantor adalah menimbulkan ketidakpuasan dan ketidaktertarikan pekerja. Banyak pekerja yang telah menikmati fleksibilitas, kenyamanan, dan hemat biaya dari bekerja dari rumah. Mereka merasa lebih produktif, sehat, dan bahagia saat bekerja dari rumah. Oleh karena itu, mereka mungkin tidak mau kembali ke kantor atau mencari pekerjaan lain yang lebih fleksibel. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kinerja, retensi, dan rekrutmen pekerja.
  2. Meningkatkan Risiko Kesehatan dan Keselamatan Pekerja
    Dampak lain perusahaan bersikeras kembali ke kantor adalah meningkatkan risiko kesehatan dan keselamatan pekerja. Meskipun pandemi COVID-19 telah mereda di beberapa negara, virus masih menyebar dan bermutasi di beberapa tempat lain. Kembali ke kantor dapat meningkatkan paparan dan penularan virus, terutama jika protokol kesehatan tidak diterapkan dengan baik. Selain itu, kembali ke kantor juga dapat meningkatkan stres, kelelahan, dan kecemasan pekerja, yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka.
  3. Mengubah Model dan Budaya Kerja di Masa Depan
    Dampak lain perusahaan bersikeras kembali ke kantor adalah mengubah model dan budaya kerja di masa depan. Pandemi COVID-19 telah menunjukkan bahwa bekerja dari rumah atau secara hibrida adalah mungkin dan bermanfaat bagi banyak pekerja dan perusahaan. Oleh karena itu, banyak pekerja dan perusahaan yang mengharapkan model dan budaya kerja yang lebih fleksibel, adaptif, dan inklusif di masa depan. Perusahaan yang bersikeras kembali ke kantor mungkin akan tertinggal atau kehilangan daya saing dengan perusahaan yang lebih progresif dan responsif.
Baca Juga :  10 Tips Efektif Membuat Rapat yang Sukses di Jakarta