https://pace-office.com/id/sewa-kantor-jakarta/

Bagaimana Mengukur Pemasaran Konten

Posted on

Pemasaran konten adalah strategi pemasaran yang menggunakan konten yang bermanfaat, menarik, dan relevan untuk menarik, menghibur, dan mengubah audiens menjadi pelanggan. Pemasaran konten bisa berupa blog, video, podcast, infografis, ebook, webinar, dan lain-lain.

Pemasaran konten bisa memberikan banyak manfaat bagi bisnis, seperti meningkatkan kesadaran merek, lalu lintas situs web, generasi prospek, loyalitas pelanggan, dan penjualan. Namun, untuk mengetahui apakah pemasaran konten berhasil atau tidak, kita perlu mengukur kinerja dan dampaknya.

Mengukur pemasaran konten bukanlah hal yang mudah, karena ada banyak metrik yang bisa digunakan, dan tidak ada ukuran yang cocok untuk semua. Metrik yang kita gunakan harus disesuaikan dengan tujuan, target, dan platform pemasaran konten kita.

Baca juga : https://pace-office.com/id/sewa-kantor-jakarta/

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mengukur pemasaran konten:

  1. Tentukan tujuan pemasaran konten. Tujuan pemasaran konten adalah apa yang ingin kita capai dengan membuat dan mendistribusikan konten. Tujuan pemasaran konten bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis bisnis, tahap proses pembelian, dan sasaran audiens. Beberapa contoh tujuan pemasaran konten adalah:
    • Meningkatkan kesadaran merek. Tujuan ini berkaitan dengan membuat audiens mengenal dan mengingat merek kita, serta membangun reputasi dan kredibilitas kita di pasar.
    • Meningkatkan lalu lintas situs web. Tujuan ini berkaitan dengan menarik audiens untuk mengunjungi situs web kita, baik melalui mesin pencari, media sosial, email, atau saluran lainnya.
    • Meningkatkan generasi prospek. Tujuan ini berkaitan dengan mengubah audiens menjadi prospek, yaitu orang-orang yang berpotensi menjadi pelanggan kita. Hal ini bisa dilakukan dengan menawarkan konten yang bernilai tinggi, seperti ebook, webinar, atau konsultasi gratis, yang membutuhkan audiens untuk meninggalkan informasi kontak mereka.
    • Meningkatkan loyalitas pelanggan. Tujuan ini berkaitan dengan menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan kita, serta meningkatkan kepuasan, retensi, dan advokasi mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan konten yang membantu, mendidik, atau menghibur pelanggan kita, serta memberikan dukungan dan apresiasi kepada mereka.
    • Meningkatkan penjualan. Tujuan ini berkaitan dengan mendorong prospek untuk melakukan pembelian, atau mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian ulang atau pembelian lebih besar. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan konten yang menunjukkan manfaat, fitur, atau testimoni produk atau layanan kita, serta memberikan insentif, diskon, atau penawaran khusus kepada mereka.
  2. Tentukan metrik pemasaran konten. Metrik pemasaran konten adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur kinerja dan dampak pemasaran konten. Metrik pemasaran konten bisa dibagi menjadi empat kategori utama, yaitu:
    • Metrik konsumsi. Metrik ini mengukur seberapa banyak orang yang melihat, membaca, mendengarkan, atau menonton konten kita. Beberapa contoh metrik konsumsi adalah:
      • Kunjungan halaman unik. Metrik ini mengukur berapa banyak orang yang mengunjungi halaman web kita yang berisi konten kita.
      • Tampilan video. Metrik ini mengukur berapa banyak orang yang menonton video kita di platform seperti YouTube, Facebook, atau Instagram.
      • Unduhan. Metrik ini mengukur berapa banyak orang yang mengunduh konten kita, seperti ebook, podcast, atau infografis.
      • Waktu di halaman. Metrik ini mengukur berapa lama orang menghabiskan waktu di halaman web kita yang berisi konten kita.
    • Metrik keterlibatan. Metrik ini mengukur seberapa banyak orang yang berinteraksi, berbagi, atau memberikan umpan balik pada konten kita. Beberapa contoh metrik keterlibatan adalah:
      • Komentar. Metrik ini mengukur berapa banyak orang yang meninggalkan komentar pada konten kita, baik di situs web, media sosial, atau platform lainnya.
      • Berbagi. Metrik ini mengukur berapa banyak orang yang membagikan konten kita ke jaringan atau platform mereka, seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, atau WhatsApp.
      • Suka. Metrik ini mengukur berapa banyak orang yang memberikan reaksi positif pada konten kita, seperti suka, cinta, atau wow di Facebook, atau bintang di YouTube.
      • Bounce rate. Metrik ini mengukur persentase orang yang meninggalkan situs web kita setelah melihat satu halaman saja, tanpa melihat halaman lainnya.
    • Metrik retensi. Metrik ini mengukur seberapa banyak orang yang kembali untuk melihat konten kita lagi. Beberapa contoh metrik retensi adalah:
      • Pelanggan. Metrik ini mengukur berapa banyak orang yang berlangganan untuk menerima konten kita secara teratur, seperti blog, newsletter, atau channel YouTube.
      • Pengikut. Metrik ini mengukur berapa banyak orang yang mengikuti akun media sosial kita, seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau LinkedIn.
      • Frekuensi. Metrik ini mengukur berapa kali orang mengunjungi situs web atau media sosial kita dalam periode tertentu, seperti sehari, seminggu, atau sebulan.
      • Durasi. Metrik ini mengukur berapa lama orang tetap menjadi pelanggan atau pengikut kita, atau berapa lama mereka mengunjungi situs web atau media sosial kita.
    • Metrik konversi. Metrik ini mengukur seberapa banyak orang yang melakukan tindakan yang diinginkan setelah melihat konten kita, seperti mendaftar, membeli, atau mereferensikan. Beberapa contoh metrik konversi adalah:
      • Tingkat konversi. Metrik ini mengukur persentase orang yang melakukan tindakan yang diinginkan setelah melihat konten kita, dibandingkan dengan jumlah total orang yang melihat konten kita.
      • Biaya per klik (CPC). Metrik ini mengukur berapa banyak yang kita bayar untuk setiap orang yang mengklik iklan atau postingan bersponsor kita yang mengarahkan ke konten kita.
      • Biaya per prospek (CPL). Metrik ini mengukur berapa banyak yang kita bayar untuk setiap orang yang menjadi prospek setelah melihat konten kita, misalnya dengan mengisi formulir, mengunduh ebook, atau mendaftar webinar.
      • Biaya per akuisisi (CPA). Metrik ini mengukur berapa banyak yang kita bayar untuk setiap orang yang menjadi pelanggan setelah melihat konten kita, misalnya dengan melakukan pembelian, berlangganan, atau mendaftar uji coba.
  3. Tentukan alat pengukuran pemasaran konten. Alat pengukuran pemasaran konten adalah aplikasi atau software yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan melaporkan data tentang kinerja dan dampak pemasaran konten. Ada banyak alat pengukuran pemasaran konten yang tersedia, baik yang gratis maupun berbayar, dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa contoh alat pengukuran pemasaran konten adalah:
    • Google Analytics. Alat ini adalah salah satu alat pengukuran pemasaran konten yang paling populer dan serbaguna, yang bisa digunakan untuk mengukur hampir semua metrik yang berkaitan dengan situs web kita, seperti kunjungan halaman unik, waktu di halaman, bounce rate, tingkat konversi, dan lain-lain.
    • Facebook Insights. Alat ini adalah alat pengukuran pemasaran konten yang khusus untuk mengukur kinerja dan dampak konten kita di Facebook, seperti tampilan video, berbagi, suka, komentar, pengikut, dan lain-lain.
    • YouTube Analytics. Alat ini adalah alat pengukuran pemasaran konten yang khusus untuk mengukur kinerja dan dampak konten kita di YouTube, seperti tampilan video, berlangganan, suka, komentar, durasi tontonan, dan lain-lain.
Baca Juga :  5 langkah: Cara Mengamankan Ruang Kantor untuk Bisnis Anda